Menu

Mode Gelap
DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna Rekomendasi LKPJ Bupati Jombang TA 2025 Peringati Hari Kartini, RSUD Jombang Dorong Transformasi Kualitas Tenaga Medis Perempuan Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

Berita

Pangkas Antrean Farmasi, RSUD Jombang Luncurkan Inovasi Digital ‘Obat e-Sipeno’

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.idJombang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang resmi memperkenalkan terobosan layanan digital bertajuk Obat e-Sipeno. Inovasi ini diluncurkan sebagai solusi konkret atas keluhan klasik pasien terkait panjangnya antrean pengambilan obat di depo farmasi.

Melalui sistem ini, RSUD Jombang melakukan transformasi pelayanan dari manual menuju pemantauan berbasis data real-time. Pasien kini tidak lagi diwajibkan menunggu di area rumah sakit selama proses peracikan obat berlangsung.

Kepala Instalasi Farmasi RSUD Jombang, Apoteker Ngoli Suriani, S.Si., menegaskan bahwa pengembangan layanan kefarmasian ini tetap berpijak pada standar operasional yang ketat.

“Kami berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Seluruh proses, mulai dari perencanaan sediaan farmasi hingga distribusi dan administrasi, telah sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Ngoli dalam sesi talkshow Humas RSUD Jombang, yang dipandu langsung oleh Kasubbag Humas RSUD Jombang, Risqy Oktafriyanti yang akrab disapa Kikyo, pada Selasa pagi (03/03/2026).

Selain pengelolaan sediaan, RSUD Jombang juga memperkuat aspek farmasi klinik, termasuk edukasi penggunaan obat kepada pasien rawat jalan maupun rawat inap guna memastikan efektivitas terapi.

Sistem e-Sipeno memungkinkan pasien memantau status resep secara mandiri melalui perangkat ponsel. Prosedurnya pun dirancang ringkas:

1. Pasien menyerahkan boarding pass ke petugas di Depo BPJS.
2. Setelah menerima nomor antrean, pasien memindai (scanning) QR Code yang tertera.
3. Pasien dapat mengakses laman resmi sirs.rsudjombang untuk melihat status pengerjaan obat secara berkala.

Sistem tersebut menampilkan lima tahapan progres, mulai dari antrean proses, dispensing, labeling, obat siap, hingga status obat telah diambil.

“Dengan e-Sipeno, pasien memiliki fleksibilitas waktu. Mereka bisa meninggalkan rumah sakit untuk keperluan lain dan kembali saat sistem menunjukkan obat sudah siap. Tidak perlu lagi menunggu lama di kursi antrean,” jelas Ngoli.

Tak hanya berhenti pada pemantauan digital, RSUD Jombang juga menghadirkan inovasi Sipeno Aktif (Sistem Pengantaran Obat secara Aman dan Efektif). Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pos Indonesia untuk layanan pengantaran obat langsung ke alamat pasien.

Inovasi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di area rumah sakit sekaligus meningkatkan indeks kepuasan masyarakat. Manajemen RSUD Jombang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan farmasi yang lebih cepat, transparan, dan memudahkan akses bagi seluruh warga Jombang. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna Rekomendasi LKPJ Bupati Jombang TA 2025

22 April 2026 - 08:49 WIB

Peringati Hari Kartini, RSUD Jombang Dorong Transformasi Kualitas Tenaga Medis Perempuan

21 April 2026 - 18:21 WIB

Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang

19 April 2026 - 11:03 WIB

Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN

18 April 2026 - 11:18 WIB

Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas

17 April 2026 - 13:54 WIB

Trending di Berita