Menu

Mode Gelap
Gus Wabup Salmanudin Resmikan Pasar Buah Ploso Jombang Jalan Kabupaten Jombang Makin Mulus, Dinas PUPR Berhasil Tingkatkan Kemantapan Jalan Melalui 133 Paket Pekerjaan DKPP Jombang Dorong Wirausaha Baru Perikanan Darat Lewat Kunjungan ke Pembudidaya Lele Temuwulan Dinsos Jombang Sebut Tahap Akhir Pelepasan Hak Atas Tanah Tuntas, Lahan Sekolah Rakyat Akan Segera Dilunasi Dipimpin Amarta Faza Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Cabor Floorball Resmi Jadi Cabor ke-69 Dan Optimis Sumbang Medali Pada Porprov Jatim 2027 SMPN 3 Wonosalam Jombang Ukir Sejarah, dari Sekolah Alternatif Menjadi Sekolah Tujuan Utama

Nasional

PWI Jombang Sebut Kapolri Alergi Wartawan Saat Kunjungan ke Ponpes Tebuireng

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.idJombang – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, Muhammad Mufid, tanpa basa-basi langsung menyebut Kapolri alergi kepada jurnalis saat berkunjung ke Ponpes Tebuireng Jombang, Rabu siang (26/06/2025). Bahkan Mufid sangat menyayangkan adanya pelarangan terhadap wartawan yang hendak meliput kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pondok Pesantren Tebuireng. Ia menyebut ada sejumlah kejanggalan dalam kebijakan pembatasan akses awak media tersebut.

Menurut Mufid, setidaknya terdapat tiga catatan penting yang menjadi sorotannya kenapa Kapolri alergi pada wartawan.
Pertama, tidak adanya pemberitahuan atau koordinasi sejak awal kepada awak media bahwa kegiatan tersebut bersifat tertutup dan terbatas.

“Seharusnya ada informasi resmi sebelumnya dari pihak keamanan atau panitia bahwa kegiatan itu tidak bisa diliput. Jangan mendadak di lapangan baru ada pelarangan,” keluhnya, pada Rabu (25/6/2025) malam.

Kedua, Mufid menilai kunjungan Kapolri ke Ponpes Tebuireng adalah peristiwa penting yang layak diketahui publik.

“Ini bukan agenda privat, melainkan ziarah dari tokoh publik nasional ke tokoh nasional lainnya, yaitu Gus Dur. Tempatnya pun di pesantren besar yang selama ini sangat terbuka terhadap media,” tegasnya.

Mufid juga menyoroti inkonsistensi kebijakan dari korps baju coklat di lapangan. Meski secara resmi wartawan dilarang masuk area ponpes Tebuireng, namun ironisnya ternyata ada beberapa awak media yang justru bisa masuk berseliweran ke area dalam pondok.

“Fakta ini membuat kami bertanya, kenapa bisa ada perbedaan perlakuan? Standar keamanannya seperti apa?” tanya Mufid.

Mufid berharap ke depan ada mekanisme komunikasi yang lebih baik antara aparat, panitia kegiatan, dan insan pers.

“Kami bukan ingin mengganggu jalannya acara, tetapi menjalankan fungsi jurnalistik agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,” tandasnya.

Sebelumnya, kunjungan Kapolri ke Tebuireng mendapat pengawalan ketat. Sejumlah jurnalis yang hendak meliput dilarang masuk oleh petugas keamanan yang berjaga di gerbang. Berdasarkan keterangan Kasatlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Mabes Polri.

“Petunjuk dari Mabes demikian, mohon maaf ya,” terangnya singkat.

Perlu diketahui, Kapolri beserta rombongan tiba di Tebuireng sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebelum melanjutkan perjalanan ke agenda berikutnya di wilayah Jawa Timur. (Kr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gus Wabup Salmanudin Resmikan Pasar Buah Ploso Jombang

7 Januari 2026 - 17:13 WIB

Jalan Kabupaten Jombang Makin Mulus, Dinas PUPR Berhasil Tingkatkan Kemantapan Jalan Melalui 133 Paket Pekerjaan

30 Desember 2025 - 12:42 WIB

Dinsos Jombang Sebut Tahap Akhir Pelepasan Hak Atas Tanah Tuntas, Lahan Sekolah Rakyat Akan Segera Dilunasi

23 Desember 2025 - 22:42 WIB

Dipimpin Amarta Faza Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Cabor Floorball Resmi Jadi Cabor ke-69 Dan Optimis Sumbang Medali Pada Porprov Jatim 2027

18 Desember 2025 - 09:34 WIB

SMPN 3 Wonosalam Jombang Ukir Sejarah, dari Sekolah Alternatif Menjadi Sekolah Tujuan Utama

15 Desember 2025 - 17:10 WIB