Menu

Mode Gelap
Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM

PWI Jombang Sebut Kapolri Alergi Wartawan Saat Kunjungan ke Ponpes Tebuireng

badge-check

Krisnanews.idJombang – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, Muhammad Mufid, tanpa basa-basi langsung menyebut Kapolri alergi kepada jurnalis saat berkunjung ke Ponpes Tebuireng Jombang, Rabu siang (26/06/2025). Bahkan Mufid sangat menyayangkan adanya pelarangan terhadap wartawan yang hendak meliput kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Pondok Pesantren Tebuireng. Ia menyebut ada sejumlah kejanggalan dalam kebijakan pembatasan akses awak media tersebut.

Menurut Mufid, setidaknya terdapat tiga catatan penting yang menjadi sorotannya kenapa Kapolri alergi pada wartawan.
Pertama, tidak adanya pemberitahuan atau koordinasi sejak awal kepada awak media bahwa kegiatan tersebut bersifat tertutup dan terbatas.

“Seharusnya ada informasi resmi sebelumnya dari pihak keamanan atau panitia bahwa kegiatan itu tidak bisa diliput. Jangan mendadak di lapangan baru ada pelarangan,” keluhnya, pada Rabu (25/6/2025) malam.

Kedua, Mufid menilai kunjungan Kapolri ke Ponpes Tebuireng adalah peristiwa penting yang layak diketahui publik.

“Ini bukan agenda privat, melainkan ziarah dari tokoh publik nasional ke tokoh nasional lainnya, yaitu Gus Dur. Tempatnya pun di pesantren besar yang selama ini sangat terbuka terhadap media,” tegasnya.

Mufid juga menyoroti inkonsistensi kebijakan dari korps baju coklat di lapangan. Meski secara resmi wartawan dilarang masuk area ponpes Tebuireng, namun ironisnya ternyata ada beberapa awak media yang justru bisa masuk berseliweran ke area dalam pondok.

“Fakta ini membuat kami bertanya, kenapa bisa ada perbedaan perlakuan? Standar keamanannya seperti apa?” tanya Mufid.

Mufid berharap ke depan ada mekanisme komunikasi yang lebih baik antara aparat, panitia kegiatan, dan insan pers.

“Kami bukan ingin mengganggu jalannya acara, tetapi menjalankan fungsi jurnalistik agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,” tandasnya.

Sebelumnya, kunjungan Kapolri ke Tebuireng mendapat pengawalan ketat. Sejumlah jurnalis yang hendak meliput dilarang masuk oleh petugas keamanan yang berjaga di gerbang. Berdasarkan keterangan Kasatlantas Polres Jombang, Iptu Rita Puspitasari, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Mabes Polri.

“Petunjuk dari Mabes demikian, mohon maaf ya,” terangnya singkat.

Perlu diketahui, Kapolri beserta rombongan tiba di Tebuireng sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebelum melanjutkan perjalanan ke agenda berikutnya di wilayah Jawa Timur. (Kr)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang

19 April 2026 - 11:03 WIB

Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN

18 April 2026 - 11:18 WIB

Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas

17 April 2026 - 13:54 WIB

Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

17 April 2026 - 13:49 WIB

Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang

16 April 2026 - 11:42 WIB

Trending di Berita