Menu

Mode Gelap
Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng” Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal Tekan Kenakalan Remaja di Jombang, DPPKB PPPA Siapkan Duta GenRe Jadi Panutan DPRD Jombang Komitmen Berantas Miras OPD Tak Becus Wajib Dievaluasi

Berita

RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.idJombang – Rencana penyelenggaraan car free day (CFD) di Kecamatan Mojoagung mulai dimatangkan. Komisi A DPRD Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta perwakilan Karang Taruna Mojoagung, Senin (13/04/2026).

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jombang, Machwal Huda, menegaskan, terkait usulan CFD merupakan ide positif dari masyarakat yang patut diapresiasi. Namun, pelaksanaannya harus melalui kajian komprehensif agar tidak menimbulkan persoalan baru.

“Ini ide kreatif masyarakat yang bagus untuk mengangkat potensi lokal. Tapi tetap harus dikaji secara matang, terutama dari sisi teknis,” ujarnya.

Menurut politisi asal Gerindra ini, salah satu perhatian utama adalah penentuan lokasi CFD. Ia menekankan agar titik pelaksanaan tidak berada di jalur padat yang berpotensi mengganggu arus lalu-lintas, khususnya jalan arteri nasional Mojoagung.

“Jangan sampai CFD justru memicu kemacetan. Kalau berada di jalur utama, perhitungannya harus benar-benar detail,” tegas mantan Ketua KPUD Jombang ini.

Selain itu, lanjut Machwal, aspek pendukung seperti keamanan, ketertiban, hingga penerangan jalan juga menjadi sorotan. Untuk itu pihak DPRD Jombang berharap, jika nantinya terealisasi, CFD Mojoagung tidak hanya bersifat insidental, tetapi bisa berjalan rutin dan berkelanjutan.

Beberapa alternatif lokasi seperti Jalan Veteran dan ring road sempat mengemuka dalam forum. Namun, seluruh opsi masih akan dikaji lebih lanjut sebelum diputuskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jombang, Sugianto, menyebut pelaksanaan CFD membutuhkan perencanaan teknis yang matang. Terutama terkait rekayasa lalu-lintas, pengalihan arus kendaraan, hingga pengelolaan dampak seperti parkir dan kebersihan.

“Semua harus dipersiapkan dengan baik, mulai dari jadwal, skema lalu-lintas, sampai siapa yang bertanggungjawab di lapangan. Jangan sampai menimbulkan masalah baru,” jelas mantan Kabag Prokopim Setdakab Jombang ini.

Di sisi lain, Karang Taruna Mojoagung sebagai pengusul menilai CFD dapat menjadi ruang produktif bagi masyarakat. Selain sebagai sarana rekreasi, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkenalkan produk lokal.

“CFD ini bukan hanya hiburan, tapi juga peluang untuk meningkatkan ekonomi warga dan mengenalkan potensi Mojoagung,” ujar perwakilan Karang Taruna Mojoagung, Muhammad Gozhi.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, DPRD Jombang meminta seluruh pihak terkait melakukan kajian mendalam sebelum CFD Mojoagung benar-benar direalisasikan. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menjadi ikon baru yang berdampak positif bagi masyarakat. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang

27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng”

27 Juli 2026 - 19:15 WIB

Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama

23 Juli 2026 - 21:48 WIB

Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal

23 Juli 2026 - 11:35 WIB

Tekan Kenakalan Remaja di Jombang, DPPKB PPPA Siapkan Duta GenRe Jadi Panutan

23 Juli 2026 - 10:56 WIB

Trending di Berita