Menu

Mode Gelap
Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM

Pangkas Birokrasi Administrasi, RSUD Jombang Luncurkan PUSPITA Layanan Pasien Terpadu Anti Ribet

badge-check

Krisnanews.idJombang – Lagi-lagi pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang menyuguhkan terobosan program terbaru dalam pelayanan publik.

Kali ini kegiatan berlangsung di Ruang Bung Hatta RSUD Jombang, Kamis pagi (19/06/2025), Bupati Jombang Warsubi secara resmi dengan memotong untaian pita melakukan peluncuran PUSPITA (Pusat Pelayanan Administrasi Pasien Terpadu). PUSPITA merupakan sebuah terobosan dan inovasi pelayanan terpadu satu pintu. PUSPITA bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi di rumah sakit berplat merah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin Yazid dan Sekdakab Jombang Agus Purnomo, menyampaikan respek dan apresiasi terhadap inovasi yang digagas oleh jajaran manajemen RSUD Jombang. Terutama oleh Direktur RSUD Jombang Ma’murotus Sa’diyah.

Menurut orang nomor satu di Kota Santri tersebut, kehadiran PUSPITA menandai adanya pergeseran pola pikir dalam pelayanan rumah sakit ke arah yang lebih baik, inovatif, kolaboratif dan tentunya terintegrasi.

“PUSPITA adalah bentuk nyata komitmen kami untuk menyederhanakan proses administratif, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Layanan ini gratis, transparan, dan ramah bagi semua kalangan. Termasuk lansia dan kelompok rentan atau disabilitas lainnya,” tutur Bupati Warsubi.

PUSPITA, imbuh Bupati Warsubi, akan mengintegrasikan sejumlah layanan penting dan bersifat urgent yang sangat bermanfaat bagi pasien. Contohnya seperti informasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pengaduan masyarakat (Dumas), data kependudukan dan catatan sipil melalui sistem SIDAK (Sistem Informasi Data Anggota Keluarga), legalisasi dokumen, hingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin (Yankes Maskin).

Bupati Warsubi menambahkan, ketersediaan layanan dari pihak eksternal juga disediakan. Salah satunya dari pihak Jasa Raharja, BPJS Ketenagakerjaan, dan OPD lainnya yang berperan dalam penyelesaian dokumen administratif bagi pasien rumah sakit.

Masih kata Bupati Warsubi, salah satu unit penting dalam PUSPITA adalah PIPP (Pelayanan Informasi dan Penanganan Pengaduan). Dimana PIPP tersebut menjadi pusat penanganan komplain dan permintaan informasi peserta JKN.

Selain itu, terang Bupati Warsubi, PIPP juga berfungsi sebagai jembatan (bridge) komunikasi yang menghubungkan antara pihak pasien dengan pihak rumah sakit guna memastikan tidak ada lagi informasi yang bersifat simpang-siur. Termasuk segala keluhan dari pasien dapat segera ditangani dengan cepat, akurat dan profesional.

Terpisah, Direktur RSUD Jombang, Ma’murotus Sa’diyah mengungkapkan, ide terciptanya PUSPITA berawal dari evaluasi menyeluruh terhadap keluhan masyarakat atau pasien terkait rumit atau ribetnya alur administrasi di rumah sakit.

“Kami mendengar suara masyarakat, kami jemput informasi, dan kami menganalisa semuanya. Sehingga dari proses panjang itu maka muncullah ide tentang PUSPITA. Maka menanggapi seluruh keluhan negatif kami telan semuanya. Kami terima segala kritik dengan sabar dan tampung semua keluhan masyarakat. Maka terbitlah PUSPITA dan PUSPITA adalah jawaban dan solusi dari kami. Lewat integrasi berbagai layanan inilah, pasien tidak perlu lagi wara-wiri, mondar-mandir atau bingung mencari kemana harus mengurus perihal tentang urusan administrasi. Semuanya sudah difasilitasi dalam satu tempat, satu pintu yaitu PUSPITA,” papar Direktur RSUD Jombang yang akrab disapa dengan panggilan Ning Eyik tersebut.

Ning Eyik menambahkan, PUSPITA juga menjadi langkah nyata pihak RSUD Jombang dalam mewujudkan rumah sakit pemerintah yang inklusif serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan fitur-fitur layanan dalam PUSPITA dan memperluas kerja sama lintas sektoral. Baik institusi vertikal maupun horisontal demi memastikan seluruh masyarakat mendapatkan haknya dalam layanan kesehatan yang setara, berkeadilan dan bermartabat,” tandas Ning Eyik.

Kehadiran PUSPITA, merupakan momentum yang tepat bagi manajemen RSUD Jombang untuk menunjukkan komitmen dan keberpihakan kepada masyarakat dalam hal ini pasien. Bahwa inovasi pelayanan publik bukan hanya tentang jargon, narasi, atau teknologi semata. Namun demikian juga tentang komitmen dan keberpihakan pihak RSUD Jombang kepada para pasien yang lemah, termarginal, atau dari keluarga kurang mampu yang sangat membutuhkan bantuan serta kemudahan mengurus dan mengakses perihal adminstrasi di rumah sakit milik Pemkab Jombang tersebut. (Kr)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang

19 April 2026 - 11:03 WIB

Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN

18 April 2026 - 11:18 WIB

Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas

17 April 2026 - 13:54 WIB

Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

17 April 2026 - 13:49 WIB

Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang

16 April 2026 - 11:42 WIB

Trending di Berita