Krisnanews.id – Lamongan – Tembakau menjadi salah satu komoditas perkebunan mendominasi di Kabupaten Lamongan. Sebagai upaya dukungan peningkatan produktivitas tembakau yang melimpah dan berkwalitas. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, melakukan pendampingan petani tembakau, salah satunya sumber pendanaannya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Bentuk pendampingan tersebut dengan
mengadakan pelatihan kepada petani tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari BMKG Jawa Timur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Mugito menyampaikan, jika produksi tembakau petani di Kabupaten Lamongan pada tahun 2024 mencapai 14.567 ton dengan luasan tanam 9.473 Ha. Sedangkan pada tahun 2025 luas tanam tembakau mengalami penurunan menjadi 7.570 Ha, kondisi tersebut dipicu musim yang sulit diprediksi.
“Kendati produksi tanaman tembakau menurun, maka kami harus melakukan upaya penyelamatan, termasuk diantaranya adalah pelaksanaan kegiatan
Pelatihan,” Ungkap Mugito.

Screenshot
Pelatihan bersumber DBHCHT guna peningkatan kapasitas petani tembakau tersebut terbagi menjadi beberapa kegiatan, diantaranya adalah pembuatan bibit tembakau pada 1 kelompok tani,
Pelatihan Penerapan Intensifikasi tembakau pada 4 kelompok tani, serta pelatihan pasca panen tembakau pada 1 kelompok tani.
Ditambahkan Mugito, Pembiayaan pembangunan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Lamongan cukup besar. Untuk tahun 2025 sektor pertanian mendapatkan Alokasi 12, 5 milyar rupiah. Adapun penggunaan dana tersebut meliputi Kegiatan Pengembangan Prasarana Pertanian Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Prasarana Pendukung Pertanian.
“Ada juga kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi dan speksifik lokasi, Kegiatan Peningkatan Kelembagaan Petani,” Ujarnya.
Dari dana DBHCHT ini dilakukan pula upaya dukungan Sarana Prasarana Perkebunan, diantaranya adalah Bantuan alat Perajang Tembakau, handsprayer, pompa air, Genset, bantuan kendaraan roda tiga, Terpal plastik, Handtraktor, pembangunan jalan produksi, pembangunan sumur dalam, Benih bawang merah di tiga kelompok tani, benih padi Hibrida, Bantuan pupuk organik cair, serta bimbingan teknik bagi petani tembakau.(Harsak)











