Menu

Mode Gelap
Bupati Jombang Warsubi Resmikan Gedung Baru SRT 1, Sekaligus Buka MPLS Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Layanan Gigi RSUD Jombang Naik Kelas, Boyong 4 Dokter Spesialis dan Siap Layani Peserta Muktamar NU ke-35 Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng” Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal

DBHCHT Fokus Pengembangan Tanaman Tembakau Di Kabupaten Lamongan Tahun 2025

badge-check

Krisnanews.idLamongan – Tembakau menjadi salah satu komoditas perkebunan mendominasi di Kabupaten Lamongan. Sebagai upaya dukungan peningkatan produktivitas tembakau yang melimpah dan berkwalitas. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, melakukan pendampingan petani tembakau, salah satunya sumber pendanaannya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bentuk pendampingan tersebut dengan
mengadakan pelatihan kepada petani tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari BMKG Jawa Timur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan,  Mugito menyampaikan, jika produksi tembakau petani di Kabupaten Lamongan pada tahun 2024 mencapai 14.567 ton dengan luasan tanam 9.473 Ha. Sedangkan pada tahun 2025 luas tanam tembakau mengalami penurunan menjadi 7.570 Ha, kondisi tersebut dipicu musim yang sulit diprediksi.

“Kendati produksi tanaman tembakau menurun, maka kami harus melakukan upaya penyelamatan, termasuk diantaranya adalah pelaksanaan kegiatan
Pelatihan,” Ungkap Mugito.

Screenshot

Pelatihan bersumber DBHCHT guna peningkatan kapasitas petani tembakau tersebut terbagi menjadi beberapa kegiatan, diantaranya adalah pembuatan bibit tembakau pada 1 kelompok tani,
Pelatihan Penerapan Intensifikasi tembakau pada 4 kelompok tani, serta pelatihan pasca panen tembakau pada 1 kelompok tani.

Ditambahkan Mugito, Pembiayaan pembangunan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Lamongan cukup besar. Untuk tahun 2025 sektor pertanian mendapatkan Alokasi 12, 5 milyar rupiah. Adapun penggunaan dana tersebut meliputi Kegiatan Pengembangan Prasarana Pertanian Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Prasarana Pendukung Pertanian.

“Ada juga kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi dan speksifik lokasi, Kegiatan Peningkatan Kelembagaan Petani,” Ujarnya.

Dari dana DBHCHT ini dilakukan pula upaya dukungan Sarana Prasarana Perkebunan, diantaranya adalah Bantuan alat Perajang Tembakau, handsprayer, pompa air, Genset, bantuan kendaraan roda tiga, Terpal plastik, Handtraktor, pembangunan jalan produksi, pembangunan sumur dalam, Benih bawang merah di tiga kelompok tani, benih padi Hibrida, Bantuan pupuk organik cair, serta bimbingan teknik bagi petani tembakau.(Harsak)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Jombang Warsubi Resmikan Gedung Baru SRT 1, Sekaligus Buka MPLS Tahun Ajaran Baru 2026/2027

30 Juli 2026 - 17:51 WIB

Layanan Gigi RSUD Jombang Naik Kelas, Boyong 4 Dokter Spesialis dan Siap Layani Peserta Muktamar NU ke-35

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang

27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng”

27 Juli 2026 - 19:15 WIB

Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama

23 Juli 2026 - 21:48 WIB

Trending di Berita