Menu

Mode Gelap
Mantab, Bank Jombang Borong Penghargaan Bergengsi Nasional GRC dan Infobank 2026 Bahas Dokumen AMDAL Bersama Warga dan Pemangku Kepentingan, RSUD Jombang Mantapkan Rencana Vertikalisasi Gedung Program BESUTAN Dispekdukcapil Jombang Pastikan Warga Disabilitas dan ODGJ Miliki Identitas Diri yang Sah Mubes KJJT Indonesia di Surabaya, Noor Arief Prasetyo Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Move to Change: Cara SMPN 1 Mojoagung Jombang Wadahi Potensi Siswa Lewat Prestasi Akademik dan Non Akademik Pemdes Plabuhan Kecamatan Plandaan Jombang Rombak Jabatan Struktural Perangkat Desa

DBHCHT Fokus Pengembangan Tanaman Tembakau Di Kabupaten Lamongan Tahun 2025

badge-check

Krisnanews.idLamongan – Tembakau menjadi salah satu komoditas perkebunan mendominasi di Kabupaten Lamongan. Sebagai upaya dukungan peningkatan produktivitas tembakau yang melimpah dan berkwalitas. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, melakukan pendampingan petani tembakau, salah satunya sumber pendanaannya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Bentuk pendampingan tersebut dengan
mengadakan pelatihan kepada petani tentang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari BMKG Jawa Timur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan,  Mugito menyampaikan, jika produksi tembakau petani di Kabupaten Lamongan pada tahun 2024 mencapai 14.567 ton dengan luasan tanam 9.473 Ha. Sedangkan pada tahun 2025 luas tanam tembakau mengalami penurunan menjadi 7.570 Ha, kondisi tersebut dipicu musim yang sulit diprediksi.

“Kendati produksi tanaman tembakau menurun, maka kami harus melakukan upaya penyelamatan, termasuk diantaranya adalah pelaksanaan kegiatan
Pelatihan,” Ungkap Mugito.

Screenshot

Pelatihan bersumber DBHCHT guna peningkatan kapasitas petani tembakau tersebut terbagi menjadi beberapa kegiatan, diantaranya adalah pembuatan bibit tembakau pada 1 kelompok tani,
Pelatihan Penerapan Intensifikasi tembakau pada 4 kelompok tani, serta pelatihan pasca panen tembakau pada 1 kelompok tani.

Ditambahkan Mugito, Pembiayaan pembangunan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Lamongan cukup besar. Untuk tahun 2025 sektor pertanian mendapatkan Alokasi 12, 5 milyar rupiah. Adapun penggunaan dana tersebut meliputi Kegiatan Pengembangan Prasarana Pertanian Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Prasarana Pendukung Pertanian.

“Ada juga kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian sesuai dengan komoditas, teknologi dan speksifik lokasi, Kegiatan Peningkatan Kelembagaan Petani,” Ujarnya.

Dari dana DBHCHT ini dilakukan pula upaya dukungan Sarana Prasarana Perkebunan, diantaranya adalah Bantuan alat Perajang Tembakau, handsprayer, pompa air, Genset, bantuan kendaraan roda tiga, Terpal plastik, Handtraktor, pembangunan jalan produksi, pembangunan sumur dalam, Benih bawang merah di tiga kelompok tani, benih padi Hibrida, Bantuan pupuk organik cair, serta bimbingan teknik bagi petani tembakau.(Harsak)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mantab, Bank Jombang Borong Penghargaan Bergengsi Nasional GRC dan Infobank 2026

11 September 2026 - 12:36 WIB

Bahas Dokumen AMDAL Bersama Warga dan Pemangku Kepentingan, RSUD Jombang Mantapkan Rencana Vertikalisasi Gedung

10 September 2026 - 17:19 WIB

Program BESUTAN Dispekdukcapil Jombang Pastikan Warga Disabilitas dan ODGJ Miliki Identitas Diri yang Sah

10 September 2026 - 11:00 WIB

Mubes KJJT Indonesia di Surabaya, Noor Arief Prasetyo Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum

9 September 2026 - 08:43 WIB

Move to Change: Cara SMPN 1 Mojoagung Jombang Wadahi Potensi Siswa Lewat Prestasi Akademik dan Non Akademik

8 September 2026 - 07:20 WIB

Trending di Berita