Menu

Mode Gelap
Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM

Berita

Bupati Jombang Buka Musrenbang Gabungan Lima Kecamatan di Peterongan

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.id – Jombang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Pembukaan kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Bupati Jombang Warsubi di Aula Pendopo Kecamatan Peterongan pada Rabu (04/02/2026) pagi.

Forum strategis ini mempertemukan delegasi dari 5 (lima) kecamatan sekaligus, yakni Peterongan, Sumobito, Kesamben, Mojoagung, dan Jogoroto. Tujuannya untuk menyelaraskan usulan pembangunan tingkat desa dengan prioritas daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Jombang Salmanudin, Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, Sekdakab Agus Purnomo, Kepala OPD terkait lingkup Pemkab Jombang, Forkopimcam Kecamatan Peterongan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Delegasi Desa, Kepala UPTD, Kepala Sekolah, Perwakilan Organisasi Perempuan dan Kemasyarakatan.

Dalam arahannya, Bupati Jombang menekankan, Musrenbang tahun ini merupakan instrumen krusial untuk menyelaraskan usulan desa dengan prioritas nasional. Fokus utama pembangunan diarahkan pada pengentasan kemiskinan ekstrim, pengendalian inflasi, ketahanan pangan, infrastruktur, serta dukungan penuh terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Musrenbang adalah momentum untuk penajaman dan kesepakatan terhadap usulan pembangunan. Seluruh program harus terintegrasi untuk mendukung kualitas hidup rakyat, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas tahun 2045,” terang Bupati Jombang.

Untuk tahun 2027, Pemkab Jombang mengusung tema “Integrasi Pengembangan Industri dan Perdagangan dengan Sektor Primer”. Strategi tersebut, bertujuan untuk menjadikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai fondasi yang terhubung langsung dengan industri pengolahan dan pasar digital.

Sebagai bentuk transparansi, Bupati memaparkan capaian pembangunan yang akan berjalan di tahun 2026 sebagai hasil Musrenbang tahun sebelumnya. Pembangunan tersebut meliputi peningkatan jalan di berbagai ruas strategis dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di lima kecamatan peserta Musrenbang kali ini.

Lebih lanjut, Bupati Warsubi juga mengumumkan transformasi kebijakan melalui Prioritas Kecamatan dan program Desa Mantra (Desa Maju dan Sejahtera). Setiap kecamatan akan mendapatkan alokasi peningkatan jalan kabupaten sebesar Rp 1 Miliar dan PJU sebesar Rp 200 Juta.

Bupati Warsubi juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat melalui penciptaan wirausaha baru. Jika sebelumnya setiap dusun ditargetkan mencetak satu wirausaha, kini target tersebut ditingkatkan menjadi tiga wirausaha baru per dusun.

“Kami ingin setiap dusun memiliki penggerak ekonomi. Melalui stimulan modal sebesar Rp 5 juta per orang, masyarakat didorong memulai usaha mikro produktif. Seperti diantaranya budidaya puyuh, selanjutnya bisa meningkat ke budidaya telur ayam dan telur bebek,” urai Bupati Warsubi sembari memberikan contoh.

“Semuanya butuh proses dan waktu. Fokus kita bukan sekadar memberi modal, melainkan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan dari tingkat akar rumput. Kami yakin ini bisa dilaksanakan dengan sebaik baiknya,” imbuh mantan Kades Mojokrapak kecamatan Tembelang tersebut.

Langkah tersebut selaras dengan tren positif penurunan angka pengangguran di kabupaten Jombang saat ini. Bupati Warsubi mengungkapkan, pada akhir 2024 angka pengangguran berada di 28.700 jiwa, dan berhasil ditekan menjadi 25.600 jiwa pada tahun 2025. Penurunan sebanyak 3.100 jiwa tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah daerah dengan sektor swasta dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dengan asumsi angkatan kerja 2025 bekerja semua, kurang lebih 6.100 lapangan pekerjaan tercipta, papar Bupati Warsubi dalam sambutannya.

Membuka kegiatan Musrenbang tersebut secara simbolis, Bupati Warsubi berharap seluruh delegasi dapat menghasilkan kesepakatan yang berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran kecamatan sebagai simpul pembangunan demi mewujudkan visi “Jombang yang Maju dan Sejahtera untuk Semua,” pungkasnya. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang

19 April 2026 - 11:03 WIB

Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN

18 April 2026 - 11:18 WIB

Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas

17 April 2026 - 13:54 WIB

Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

17 April 2026 - 13:49 WIB

Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang

16 April 2026 - 11:42 WIB

Trending di Berita