Menu

Mode Gelap
Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM

Tepis Isu, Wabup dan Sekdakab Jombang Sidak Penjahit Seragam Gratis, Ongkos Jahit Bahkan Lebihi Standar

badge-check

Krisnanews.id – Jombang – Para penjahit di Kabupaten Jombang yang menerima order pekerjaan menjahit, akhirnya menyambut baik program seragam gratis yang diinisiasi oleh Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin Yazid.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin bersama Sekdakab Jombang Agus Purnomo pada Senin pagi, (07/07/2025) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah penjahit. Mulai dari wilayah kota seperti Penjahit Erna di dusun Tunggul desa Tunggorono kecamatan Jombang kota hingga di wilayah pinggiran seperti di kecamatan Plandaan.

Wabup Salmanudin memastikan untuk upah jahit telah sesuai standar atau pagi. Bahkan lebih tinggi dari biasanya, yakni Rp.105.000,- untuk seragam SMP dan Rp.95.000,- untuk seragam SD, itu pun sudah termasuk pajak.

Wabup Salmanudin secara tegas membantah isu yang beredar selama ini di masyarakat. Dimana isu tersebut menyebutkan adanya keluhan penjahit terkait upah yang murah.

“Itu berita yang tidak benar, tidak ada itu, dan kabar itu hanya dibuat-buat saja. Kami pastikan harga satuan untuk penjahit sudah sesuai, tidak ada potongan, tidak ada titipan,” tegas Salmanudin diamini Sekdakab Agus Purnomo.

Wabup Salmanudin juga menyampaikan, saat ini para penjahit tengah melakukan proses pengukuran seragam, sebagaimana pantauannya di kawasan Utara Brantas, dan dijadwalkan kain akan tiba pada minggu depan.

Mantan ketua PCNU Jombang tersebut juga menambahkan, pemantauan dilakukan di tiga lokasi secara mendadak setelah rapat Paripurna untuk memastikan tidak ada keluhan dan telah berjalan sesuai ketentuan. Semua penjahit yang ditemui mengaku senang usai menerima pekerjaan menjahit seragam siswa tersebut.

Salah satunya Ernawati (32), seorang penjahit dari Dusun Tunggul, Desa Tunggorono kecamatan Jombang kota. Perempuan yang akrab disapa Erna ini membenarkan besaran upah yang diterima telah sesuai.

“Alhamdulillah saya senang mendapat pekerjaan ini, harganya sangat sesuai, bahkan lebih tinggi dari harga saya yang biasanya”, tuturnya.

Dengan bantuan para karyawannya, Ernawati optimistis dapat menyelesaikan pesanan sesuai tenggat waktu yang ditentukan.

“Alhamdulillah dapat order menjahit ini mas. Insha Allah kami bisa menuntaskan telat waktu,” pungkas Erna. (Kr)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang

19 April 2026 - 11:03 WIB

Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN

18 April 2026 - 11:18 WIB

Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas

17 April 2026 - 13:54 WIB

Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

17 April 2026 - 13:49 WIB

Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang

16 April 2026 - 11:42 WIB

Trending di Berita