Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Kartini, RSUD Jombang Dorong Transformasi Kualitas Tenaga Medis Perempuan Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang

Rombongan 5 Bus Siswa SMPN 7 Kota Mojokerto Tiba, Disambut Tangis Haru Keluarga

badge-check

Krisnanews.id – Mojokerto – Setelah menanti sejak Selasa Sore (28/01/2025), 5 bus rombongan siswa kelas 7 dan 8 SMPN 7 kota Mojokerto tiba di sekolah di jalan Karyawan Kota Mojokerto, sekira pukul 21.30 WIB. Kedatangan 250 siswa tersebut langsung disambut tangis haru para orang tua masing-masing.

Setelah seluruh siswa SMPN 7 kota Mojokerto turun dari bus, rarusan siswa langsung diminta masuk ke dalam dan dikumpulkan di halaman sekolah.

Selanjutnya, para guru langsung mengabsen siswa satu per satu dan memeriksa kesehatan siswa yang sakit. Usai diberi pengarahan oleh Ali Kuncoro PJ Walikota Mojokerto, para siswa langsung dijemput orang tuanya masing-masing.

Mojokerto, Krisnanews.id

Gangsar Widodo (55), salah satu orang tua siswa mengatakan, baru mengetahui musibah di Pantai Drini, Gunung Kidul, Jogjakarta tersebut pada Selasa pagi (28/01/2025) sekira pukul 08.30 pagi. Kabar duka tersebut didapat dari putrinya.

“Kata anak saya, Pantai Drini merupakan tujuan pertama program outing class SMPN 7. Saat kejadian, sebagian besar siswa masih banyak yang ganti baju dan sarapan pagi. Kalau anak-anak yang tenggelam itu karena mereka buru-buru ingin berenang ke pantai,” terang Gangsar Widodo.

Sementara itu, Listina Fitri (13), salah satu siswi SMPN 7 Kota Mojokerto mengungkapkan, saat kejadian tiba-tiba salah satu guru pendamping berteriak lantang untuk mengumpulkan para siswa. Bahkan para siswa dilarang pergi ke pantai tanpa ijin guru pendamping.

“Tiba-tiba saat kami sedang ganti baju dan makan pagi, salah satu ibu guru berteriak supaya siswa berkumpul dan tidak pergi ke daerah pantai Drini tanpa ijin. Karena ada beberapa teman yang keburu nyebur ke pantai untuk berenang dan berendam,” kata Listina dengan wajah masih tegang.

Listina menambahkan, seandainya tidak ada musibah, sudah ada beberapa lokasi wisata di kawasan Gunung Kidul hingga kota Jogjakarta yang akan disinggahi. Namun karena ada musibah, seluruh kegiatan outing class dibatalkan dan kembali ke kota Mojokerto.

“Rencananya pergi ke sejumlah tempat wisata dan diakhiri jalan-jalan ke Malioboro. Namun karena musibah ini, semua acara study tour dibatalkan,” pungkasnya. (Kr)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peringati Hari Kartini, RSUD Jombang Dorong Transformasi Kualitas Tenaga Medis Perempuan

21 April 2026 - 18:21 WIB

Perda Jasa Konstruksi Disiapkan, Begini Respon Dinas PUPR Jombang

19 April 2026 - 11:03 WIB

Kolaborasi PWI, Disdikbud dan MKKS Jombang Edukasi Jurnalistik dan Literasi Digital Siswa SMPN

18 April 2026 - 11:18 WIB

Efisiensi Anggaran Pemarkaan Jalan Turun 350 Juta, Dishub Jombang Fokus Secara Parsial Pada Titik Prioritas

17 April 2026 - 13:54 WIB

Bapemperda DPRD Jombang Gelar Rakor Bahas Raperda Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

17 April 2026 - 13:49 WIB

Trending di Berita