Krisnanews.id – Jombang – SMP Negeri 5 Jombang terus berkomitmen meningkatkan kualitas karakter siswa melalui penguatan akhlaqul karimah sebagai program unggulan sekolah.
Di tengah suasana bulan suci Ramadan, sekolah yang kini membina 853 siswa tersebut, melakukan berbagai penyesuaian kegiatan tanpa menyurutkan semangat meraih prestasi.
Kepala SMP Negeri 5 Jombang, Ahmad Zunaidi melalui Waka Kesiswaan Lilis Sulistyarini mengungkapkan, bahwa penguatan karakter religius merupakan prioritas utama.

Jika pada hari biasa siswa mengikuti apel pagi dengan pembacaan Asmaul Husna dan surat-surat pendek, maka selama bulan Ramadan kegiatan dialihkan menjadi tadarus bersama di dalam kelas.
“Program unggulan kami adalah peningkatan akhlaqul karimah. Selain tadarus, kami juga menyelenggarakan Pondok Ramadan selama tiga hari yang dilaksanakan secara bertahap untuk kelas 7, 8 dan 9,” ujar Lilis saat ditemui pada Senin pagi (23/02/2026).
Selain kegiatan ibadah, kepedulian sosial juga ditanamkan melalui pengumpulan serta pendistribusian zakat fitrah kepada siswa yang membutuhkan dan warga sekitar sekolah.

Sementara itu, Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 5 Jombang juga turut berperan aktif melalui program rutin pembagian takjil gratis di depan gerbang sekolah.
Meski fokus pada kegiatan keagamaan, SMPN 5 Jombang tetap menunjukkan taringnya di bidang prestasi. Baru-baru ini, SMPN 5 Jombang berhasil menyabet beberapa penghargaan bergengsi, di antaranya: Juara 2 Try Out TKA se- Kabupaten Jombang untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diselenggarakan di MAN 8; Juara 2 Tipografi pada ajang Jambore Bahasa Jawa; Juara Bina 1 dan Juara Caraka 3 dalam lomba Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) yang digelar di SMPN 1 Jombang, Peringkat 1 bidang design Infografis, peringkat 3 bidang Dongeng Sejarah PMI dan Team terbaik Pratama diajang Galaksi 2025 di kabupaten Ponorogo.

Menindaklanjuti instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang, terdapat penyesuaian durasi jam pelajaran dari 40 menit menjadi 30 menit per sesi. Siswa dipulangkan lebih awal, yakni sekitar pukul 12.30 hingga 12.45 WIB setelah melaksanakan salat Dzuhur berjamaah.

Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler dipastikan tetap berjalan, namun dengan modifikasi khusus. Tujuannya untuk menjaga kondisi fisik siswa yang sedang berpuasa.
“Ekstra kurikuler tetap ada, namun kami tidak mengeksploitasi secara fisik. Fokusnya lebih kepada pemberian materi teori agar ibadah puasa anak-anak tidak terganggu,” tambah Lilis.

Melalui rangkaian kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan karakter yang lebih baik ke depannya. (Kr)
![]()











