Krisnanews.id – Jombang – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Wonosalam Jombang, yang sempat dikenal sebagai “sekolah alternatif” kini berhasil bertransformasi menjadi sekolah “tujuan utama” dengan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat yang signifikan.
Keberhasilan tersebut ditandai dengan terpenuhinya kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) hingga satu rombongan belajar (rombel) penuh pada tahun ajaran 2025/2026.

Kepala SMP Negeri 3 Wonosalam, Hairatunisa, S.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Sekolah yang saat ini memiliki total 82 siswa dari kelas VII hingga IX tersebut dulunya hanya berfungsi sebagai penampung bagi siswa yang tidak diterima di sekolah lain.
“Sejak awal, saya bersama para dewan guru berupaya keras agar sekolah ini tidak lagi menjadi pilihan alternatif, tetapi menjadi sekolah tujuan. Alhamdulillah, setelah beberapa perbaikan dari segi program, kedisiplinan, dan aspek lainnya, upaya ini membuahkan hasil. Kami menyimpulkan bahwa sekolah kami sudah menjadi sekolah tujuan. Karena tingkat kepercayaan masyarakat meningkat, dan upaya perbaikan tidak sia-sia,” ujar Hairatunisa, Senin pagi (15/12/2025).
Transformasi tersebut, lanjut guru yang akrab disapa Nissa tersebut, didukung oleh berbagai program unggulan yang selaras dengan visi sekolah. Terutama dalam pengembangan karakter siswa. Sedangan program kokurikuler yang kini menggantikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berfokus pada beberapa pola.

Yakni, Pembinaan Ibadah dan dilakukan sesuai dengan keyakinan masing-masing siswa (Islam, Kristen, dan Hindu) untuk menanamkan nilai-nilai religius.
Kedua, Kesehatan Jasmani dan Rohani: Kegiatan seperti makan sehat, pembersihan lingkungan, dan peningkatan keimanan dilaksanakan, khususnya pada hari Jumat.
Selain pengembangan karakter, SMPN 3 Wonosalam juga mencatatkan prestasi membanggakan di bidang ekstrakurikuler.
Sekolah yang berada di lereng Gunung Anjasmoro tersebut berhasil meraih Juara 1 Bola Voli dan mencapai tingkat kabupaten dalam kejuaraan Pencak Silat. Di sisi lain, SMPN 3 Wonosalam juga menawarkan ekstrakurikuler unik, yaitu keterampilan menjahit.
Peningkatan mutu sekolah juga tercermin dari kualitas lulusannya. Hairatunnisa menyebutkan pada tahun 2023 lalu, sebanyak 9 (sembilan) siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri favorit di Jombang.

“Kualitas lulusan semakin meningkat. Sekolah ini terbukti mampu menghantarkan cita-cita anak-anak ke jenjang sekolah lebih tinggi dan di sekolah favorit,” jelasnya dengan nada antusias.
Kendati telah mencapai berbagai kemajuan, imbuh Nissa, pihak SMPN 3 Wonosalam mengajukan permohonan khusus kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang terkait keterbatasan tenaga pengajar.
“Kami memohon kepada Ibu Wor Windari selaku Kepala Disdikbud Jombang untuk memberikan guru olahraga (penjaskes). Karena potensi anak-anak di sini sangat besar, fisik mereka kuat, dan kami memiliki prestasi di berbagai bidang atau cabang olahraga,” pungkas Hairatunisa, menandakan bahwa dengan dukungan yang tepat, potensi siswa SMPN 3 Wonosalam dapat terus digali dan dikembangkan. (Kr)











