Krisnanews.id – Jombang – Pemkab Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang rencananya pada tahun ini akan membangun Tugu Jombang yang diberi judul “Gapura Bumi Santri”. Tepatnya di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Tugu Jombang tersebut sebagai landmark atau markah tanah atau mercu tanda Kabupaten Jombang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi didampingi Kabid tata bangunan dan bina konstruksi Edi Yulianto, mengungkapkan, setiap daerah harus memiliki keunikan sebagai ciri khas. Termasuk dalam hal ini dengan Kabupaten Jombang.
’’Kabupaten Jombang telah memiliki ikon menara air kuno ringin contong yang berada tepat di titik nol atau di tengah kota. Namun ikon ringin contong saja itu tidak cukup di tengah kota saja. Harus ada lagi di wilayah yang berdekatan dengan daerah perbatasan yang juga harus memiliki ikon penanda atau landmark yang memiliki ciri khas Jombang,’’ beber Bayu.

Untuk itu, lanjut Bayu, pada tahun ini Pemkab Jombang membangun tugu Jombang, tepatnya di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo.
’’Landmark merupakan objek atau fitur yang menonjol dan harus mudah dikenali. Baik yang alamiah karena alam, maupun buatan manusia. Landmark ini berfungsi sebagai penanda atau simbol suatu wilayah atau daerah sebagai ciri khas,’’ urainya.

Masih kata Bayu, landmark tersebut nantinya juga akan membantu masyarakat dalam mengenali suatu lokasi, memberikan arah, dan membangun identitas suatu daerah..
’’Desain Tugu Jombang merupakan hasil dari sayembara desain landmark Kabupaten Jombang yang digelar pada 2021 lalu,’’ tutur mantan Sekdin PUPR Jombang ini.

Adapun tujuan dari sayembara desain landmark saat itu, untuk mendapatkan konsep desain yang merepresentasikan karakteristik lokal. Terbukti dari hasil penyelenggaraan lomba tersebut, berhasil didapatkan 10 pemenang terbaik. Desain landmark juara satu, otomatis langsung menjadi desain pada pembangunan Tugu Jombang saat ini. Pemenang desain landmark tersebut yakni Karya Mochammad Saiful Kharis, Andhika Chandra Irawan dan Haryo Jalu W dengan judul; Gapura Bumi Santri.
Berdasarkan konsep pemenang sayembara, tugu Jombang tersebut memiliki unsur islami, budaya dan sejarah.

’’Desain asimetris dengan menonjolkan bangunan di sisi selatan sebagai jalur akses masuk ke wilayah perkotaan,’’ paparnya.
Sedangkan motif ukiran melambangkan Kabupaten Jombang yang kaya akan seni dan budaya. Semtara itu, untuk warna emas menunjukkan semangat daerah untuk mencapai cita-cita kejayaan.
’’Bangunan utamanya berbentuk siluet masjid dan tugu setinggi 19 meter, menguatkan identitas Kabupaten Jombang sebagai kota santri,’’ imbuh Bayu.

Pada ornamen batu candi tidak bisa dilepaskan dari sejarah kerajaan Majapahit, dimana Jombang sebagai salah satu gerbang kerajaan di masa lampau. Desain tersebut juga dilengkapi dengan ruang terbuka hijau (RTH). RTH tersebut sebagai pelengkap dan menambah nilai estetika bangunan tugu dan sekitarnya.
Persiapan Pembangunan Tugu Jombang
Bayu Mengatakan saat ini Dinas PUPR Jombang mulai mempersiapkan pembangunan Tugu Jombang.
Lokasi Tugu Jombang merupakan aset Pemkab Jombang di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, dan saat ini sudah dilakukan pembersihan serta akan dilakukan pengurugan tanah terlebih dahulu.
’’Tahapannya sekarang sudah mulai proses pembangunan. Pembersihan lokasi sudah dan sekarang mulai persiapan pengurugan,’’ beber Bayu.
Bayu menambahkan, lokasi pembangunan Tugu Jombang memiliki luas 728 meter persegi dan berada tepat di tepi jalan raya atau di sisi barat jalan arteri nasional.
’’Kondisi dan posisi lokasi sekarang masih di bawah badan jalan, sehingga perlu diurug tanah, supaya nanti agak tinggi posisinya dari posisi nol jalan raya,’’ terang Bayu.
Proyek Tugu Jombang tersebut, imbuh Bayu, dimenangkan oleh Ardi Konstruksi (Arkon) yang beralamat di Dusun Ngrawan, RT 01/RW 07 Desa Tunggangsari, Kecamatan Kalidawar, Kabupaten Tulungagung.
“Pengerjaan proyek Tugu Jombang dijadwalkan selama 120 hari kerja dengan teken kontrak sejak 17 Juni 2025 lalu. Paket proyek Tugu Jombang akan didanai APBD 2025 sebesar Rp 1.033.538.875,-,” rinci Bayu.

Bayu berharap proyek pembangunan Tugu Jombang yang saat ini sedang dalam proses pembangunan tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Jombang.
Dalam hal ini menjadi identitas dan daya tarik tersendiri dibandingkan kota/kabupaten lainnya.
“Alhamdulillah sudah teken kontrak 17 Juni lalu. Nantinya selama 120 hari atau sampai Oktober masa pengerjaan. Semoga pengerjaan Tugu Jombang tuntas tepat waktu dan menjadi ikon baru Jombang selain Ringin Contong,” pungkas Bayu dengan ramah. (Kr)












