Krisnanews.id – Jombang – RSUD Jombang mempertegas komitmennya dalam menghadirkan transformasi layanan kesehatan yang responsif dan transparan. Melalui Forum Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) tahun 2027 dan Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026, rumah sakit plat merah ini menyusun peta jalan pelayanan berbasis aspirasi masyarakat.
Agenda strategis yang berlangsung di Ruang Bung Hatta, Jumat (20/02/2026), ini dihadiri oleh jajaran direksi, Kepala Bapperida Jombang Hartono, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat, media, hingga komunitas difabel.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan instrumen vital untuk memastikan kebijakan rumah sakit selaras dengan ekspektasi publik.
“Komitmen kami adalah membawa RSUD Jombang menjadi kebanggaan masyarakat; lebih humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan prima,” tegas dr. Pudji dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa partisipasi lintas sektoral menjadi kunci dalam mengevaluasi capaian kinerja tahun 2025 serta mematangkan program kerja dua tahun ke depan.

Fokus utama rumah sakit saat ini adalah peningkatan volume dan mutu pelayanan guna merespons tingginya kebutuhan medis di Kabupaten Jombang.
Langkah taktis RSUD Jombang ini merupakan pengejawantahan dari visi Bupati Jombang, Warsubi, dalam mewujudkan “Jombang Maju dan Sejahtera”. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang unggul dan berdaya saing menjadi pilar utama dalam misi tersebut.
“Sebagai garda terdepan, kami harus memastikan masyarakat Jombang sehat. Tugas ini dijalankan secara maksimal, mulai dari pemutakhiran alat medis, penguatan SDM, hingga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan,” urai dr. Pudji.
Dalam paparannya, RSUD Jombang menunjukkan performa sebagai RS Rujukan Regional Jawa Timur bagian tengah sejak 2015. Beberapa poin keunggulan yang disorot meliputi:
Tata Kelola Fleksibel: Status BLUD sejak 2008 yang memungkinkan percepatan peningkatan layanan.
Mutu Teruji: Mempertahankan Akreditasi Paripurna sejak tahun 2022.
Inovasi Berkelanjutan: Pengembangan sistem layanan yang inklusif, termasuk aksesibilitas bagi kelompok difabel.
“Status BLUD memberikan ruang bagi kami untuk bergerak cepat melakukan inovasi agar selalu relevan dengan kebutuhan zaman,” tambah mantan Kepala DPPKB-PPPA Jombang tersebut.
Forum Renja dan FKP ini menjadi bukti nyata penerapan tata kelola pemerintahan yang partisipatif. Dengan melibatkan elemen masyarakat secara luas, RSUD Jombang berupaya memastikan tidak ada kelompok yang terabaikan dalam mengakses layanan kesehatan berkualitas demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera. (Kr)
![]()











