Menu

Mode Gelap
Fenomena Bisnis Kafe dan Restoran Marak, Komisi B DPRD Jombang Desak Bapenda Optimalkan PAD DPRD Jombang Apresiasi Capaian WTP Pemkab Jombang 13 Kali Berurutan Terobosan Baru, Perumdam Tirta Kencana Jombang Pangkas Tarif Instalasi Baru Selama Juni 2026 RSUD Jombang Tegaskan Penanganan Pasien NH Sesuai Prosedur Medis, Bantah Dugaan Malpraktik Bupati Jombang Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Hari Raya Idul Adha 1447 H Rayakan Idul Adha 1447 Hijriah, Bupati Jombang Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Sosial

Berita

Satu Tahun Duet Warsubi-Salman Pimpin Jombang Cetak Rekor LTT Padi, Surplus 108 Ribu Ton

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.idJombang – Tahun pertama duet kepemimpinan Warsubi–Salman, sektor pertanian Kabupaten Jombang langsung tancap gas menorehka. rekor baru. Yakni Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 mencapai 86.701 hektar, atau tertinggi sepanjang sejarah dan melampaui target pemerintah pusat sebesar 81.251 hektar.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) kabupaten Jombang, Much Rony, mengungkapkan, bahwa capaian tersebut terkait dengan sinergi kebijakan pusat dan daerah.

”Capaian ini merupakan LTT padi terbesar sepanjang sejarah dunia pertanian di Jombang. Artinya semangat petani luar biasa dan program pemerintah berjalan efektif,” ujarnya.

Menurut Much Rony, program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 3.311 hektar menjadi salah satu pengungkit utama. Sebab melalui dukungan irigasi perpompaan dan sarana produksi, indeks pertanaman (IP) padi meningkat dari satu kali menjadi dua bahkan tiga kali tanam dalam satu tahun.

”Dengan Oplah, lahan yang sebelumnya satu kali tanam bisa dua sampai tiga kali. Dampaknya langsung ke peningkatan produksi,” kata Rony.

Selain itu, kata Rony, dukungan tambahan pupuk bersubsidi, penurunan harga pupuk, serta kebijakan Harga Pokok Pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500 per kilogram juga memperkuat gairah petani.

”Dengan HPP Rp 6.500, petani punya kepastian harga. Ini membuat mereka semakin percaya diri untuk menanam padi,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang mencatat terdapat konsumsi beras pada tahun 2025 sebesar 149.237 ton. Sementara produksi menunjukkan surplus 108.705 ton beras, atau naik signifikan dibanding tahun 2024 lalu yang surplus 49.342 ton.

“Surplus.produksi padi ini bukan hanya angka. Ini bukti nyata bahwa kabupaten Jombang tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur bahkan nasional,” tutur Rony.

Selain itu, imbuh Rony, Dinas Pertanian Jombang juga membentuk 17 Brigade Pangan (BP), terbanyak di Jawa Timur. Kelompok pemuda tani ini difasilitasi traktor roda empat, combine harvester, drone pertanian, dan peningkatan kapasitas SDM.

”Kami ingin regenerasi petani berjalan dengan baik. Anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor modern dan tentu saja sangat menjanjikan secara ekonomi,” pungkasnya. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fenomena Bisnis Kafe dan Restoran Marak, Komisi B DPRD Jombang Desak Bapenda Optimalkan PAD

4 Juni 2026 - 12:00 WIB

DPRD Jombang Apresiasi Capaian WTP Pemkab Jombang 13 Kali Berurutan

4 Juni 2026 - 08:20 WIB

Terobosan Baru, Perumdam Tirta Kencana Jombang Pangkas Tarif Instalasi Baru Selama Juni 2026

2 Juni 2026 - 16:35 WIB

RSUD Jombang Tegaskan Penanganan Pasien NH Sesuai Prosedur Medis, Bantah Dugaan Malpraktik

1 Juni 2026 - 17:07 WIB

Bupati Jombang Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Hari Raya Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026 - 10:41 WIB

Trending di Berita