Menu

Mode Gelap
Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM Safari Jurnalistik PWI Jombang Blusukan ke Sekolah dan Kampus, Ajak Generasi Muda Bijak Bermedsos Dishub Jombang Ajukan Penambahan Palang Pintu Perlintasan KA di Desa Nglele Sumobito Keren!! Empat Tahun Beruntun, Perumdam Tirta Kencana Jombang Pertahankan Predikat Bintang 5 di TOP BUMD Awards RDP DPRD dan Disdikbud Jombang Kompak Pastikan Pengadaan Chromebook Rp.4,8 M Sesuai Prosedur dan Tanpa Fee

SPPG Mengkuli Kewalahan MelayanI, Sempat Dua Hari Luput Tak Layani Siswa Penerima MBG

badge-check

Krisnanews.id – Lamongan – Kendati sudah berlangsung sepekan, sejak awal dilaunching awal Agustus lalu, pelayanan Makanan Bergizi Gratis, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Desa Mengkuli, Kecamatan kembangbahu, Kabupaten Lamongan perlu masih ceroboh dan tidak siap. Banyak keluhan yang mencuat, mulai dari dua hari tidak distribusi, kwalitas makanan, hingga keterlambatan jam distribusi.

Terpantau di hari terakhir pembagian MBGJumat pagi, (08/08/2025), aktivitas pembagian Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Doyomulyo, Kecamatan Kembangbahu berlangsung. Menu yang dibagikan saat itu berupa Hamburger, Susu, dan Buah. Sebagian siswa merasa senang, karena mungkin makanan jenis hamburger jarang mereka jumpai.

Namun, beberapa hari sebelumnya ada sejumlah evaluasi yang perlu dilakukan. Semisal saja, dua hari siswa SDN Kedungasri tak mendapatkan jatah MBG. Selain itu banyak siswa di SDN Maor, yang sudah sejak awal berharap pembagian MBG justru kecewa, pasalnya, distribusi berlangsung tidak tepat waktu, hingga terjadi keterlambatan, dan berdampak pada kelaparan.

“Itu kalau nggak salah pas awal pembagian MBG, anak saya nunggu sampai jam satu siang, padahal mereka sudah berharap bisa menikmati pembagiannya hari itu”. Ungkap salah satu orang tua murid yang enggan sebutkan namanya.

Masih menurut penuturan orang tua murid yang sama, banyak dijumpai pula daging ayam yang basi, mengeluarkan bau tidak sedap.”kapan lalu juga ada keluhan dari anak saya dan temannya, katanya daging ayamnya mengeluarkan bau tidak sedap”. Imbuhnya.

Tidak itu saja, para murid dan orang tua juga mengeluhkan dengan kwantitas isi menu lauknya. Katanya telur dadarnya lebih banyak campuran tepungnya, “kalau di rumah bikin telur dadar itu kan murni dari telur tanpa campuran, tapi kemarin ada lauk dadar yang rasanya lebih menang tepungnya daripada telurnya”. Beber orang tua siswa lainnya.

Dengan beragam temuan ini, para orang tua yang mewakili siswa berharap, agar SPPG Mengkuli perlu melakukan evaluasi. Evaluasi secara menyeluruh, demi peningakatan kwalitas pelayanan, sehingga tidak lagi terjadi keterlambatan, maupun menu basi pada pembagian MBG berikutnya. Karena tujuan program yang dicetuskan Presiden Prabowo ini sangat bagus, dengan tujuan mencerdaskan anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045 mendatang.

SDN Doyomulyo adalah satu diantara sekian sekolah yang mendapat jatah MBG, yang dilayani oleh SPPG Mengkuli, yang berlokasi di Jalan Raya Kembangbahu, tepatnya di Dusun Pilangpinggir. Ada hampir Tiga Ribu lebih Siswa yang mendapatkan jatah MBG dari SPPG Mengkuli, dan kesemuanya tersebar di beberapa Sekolah Dasar di beberapa Desa, di Kecamatan Kembangbahu.(Harsak)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Warsubi Gelar Silaturahim dan Serahkan Insentif untuk 6.500 Guru TPQ se Jombang

16 April 2026 - 11:42 WIB

RDP Komisi A DPRD Jombang Bahas CFD Mojoagung, Soroti Dampak Arus Lalu-Lintas dan Potensi UMKM

16 April 2026 - 11:36 WIB

Safari Jurnalistik PWI Jombang Blusukan ke Sekolah dan Kampus, Ajak Generasi Muda Bijak Bermedsos

16 April 2026 - 08:37 WIB

Dishub Jombang Ajukan Penambahan Palang Pintu Perlintasan KA di Desa Nglele Sumobito

16 April 2026 - 08:18 WIB

Keren!! Empat Tahun Beruntun, Perumdam Tirta Kencana Jombang Pertahankan Predikat Bintang 5 di TOP BUMD Awards

14 April 2026 - 16:09 WIB

Trending di Berita