Menu

Mode Gelap
Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng” Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal Tekan Kenakalan Remaja di Jombang, DPPKB PPPA Siapkan Duta GenRe Jadi Panutan DPRD Jombang Komitmen Berantas Miras OPD Tak Becus Wajib Dievaluasi

Berita

Satu Tahun Duet Warsubi-Salman Pimpin Jombang Cetak Rekor LTT Padi, Surplus 108 Ribu Ton

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.idJombang – Tahun pertama duet kepemimpinan Warsubi–Salman, sektor pertanian Kabupaten Jombang langsung tancap gas menorehka. rekor baru. Yakni Luas Tambah Tanam (LTT) padi tahun 2025 mencapai 86.701 hektar, atau tertinggi sepanjang sejarah dan melampaui target pemerintah pusat sebesar 81.251 hektar.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) kabupaten Jombang, Much Rony, mengungkapkan, bahwa capaian tersebut terkait dengan sinergi kebijakan pusat dan daerah.

”Capaian ini merupakan LTT padi terbesar sepanjang sejarah dunia pertanian di Jombang. Artinya semangat petani luar biasa dan program pemerintah berjalan efektif,” ujarnya.

Menurut Much Rony, program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 3.311 hektar menjadi salah satu pengungkit utama. Sebab melalui dukungan irigasi perpompaan dan sarana produksi, indeks pertanaman (IP) padi meningkat dari satu kali menjadi dua bahkan tiga kali tanam dalam satu tahun.

”Dengan Oplah, lahan yang sebelumnya satu kali tanam bisa dua sampai tiga kali. Dampaknya langsung ke peningkatan produksi,” kata Rony.

Selain itu, kata Rony, dukungan tambahan pupuk bersubsidi, penurunan harga pupuk, serta kebijakan Harga Pokok Pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500 per kilogram juga memperkuat gairah petani.

”Dengan HPP Rp 6.500, petani punya kepastian harga. Ini membuat mereka semakin percaya diri untuk menanam padi,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jombang mencatat terdapat konsumsi beras pada tahun 2025 sebesar 149.237 ton. Sementara produksi menunjukkan surplus 108.705 ton beras, atau naik signifikan dibanding tahun 2024 lalu yang surplus 49.342 ton.

“Surplus.produksi padi ini bukan hanya angka. Ini bukti nyata bahwa kabupaten Jombang tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur bahkan nasional,” tutur Rony.

Selain itu, imbuh Rony, Dinas Pertanian Jombang juga membentuk 17 Brigade Pangan (BP), terbanyak di Jawa Timur. Kelompok pemuda tani ini difasilitasi traktor roda empat, combine harvester, drone pertanian, dan peningkatan kapasitas SDM.

”Kami ingin regenerasi petani berjalan dengan baik. Anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor modern dan tentu saja sangat menjanjikan secara ekonomi,” pungkasnya. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang

27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng”

27 Juli 2026 - 19:15 WIB

Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama

23 Juli 2026 - 21:48 WIB

Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal

23 Juli 2026 - 11:35 WIB

Tekan Kenakalan Remaja di Jombang, DPPKB PPPA Siapkan Duta GenRe Jadi Panutan

23 Juli 2026 - 10:56 WIB

Trending di Berita