Menu

Mode Gelap
Keren!! Empat Tahun Beruntun, Perumdam Tirta Kencana Jombang Pertahankan Predikat Bintang 5 di TOP BUMD Awards RDP DPRD dan Disdikbud Jombang Kompak Pastikan Pengadaan Chromebook Rp.4,8 M Sesuai Prosedur dan Tanpa Fee Menko Pangan Zulhas dan Bupati Warsubi Tinjau Program MBG di Jombang Bupati Jombang Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Harmonisasi Perkuat Sinergi Pembangunan Bupati Jombang Apresiasi PWI, Tekankan Pentingnya Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital Bupati Jombang, Kediri, dan Nganjuk Bertemu di Simpang Mengkreng, Bahas Solusi Kemacetan

Berita

Dari Sudut Desa Temuwulan, Heri Purnomo Dorong Kemajuan Peternak Lele di Jombang

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.id – Jombang – Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara pula agar bisa terus bermanfaat bagi masyarakat dalam berwirausaha. Upaya nyata itulah yang saat ini dilakukan seorang Heri Purnomo, warga Desa Temuwulan Kecamatan Perak Jombang. Tak harus menjadi pejabat, agar ia bisa bermanfaat bagi masyarakat tempat di sekitar tempat tinggalnya.

Dari sudut Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Heri Purnomo tumbuh menjadi pionir dari petak kolam-kolam kecil yang dulu nyaris tenggelam oleh kerugian.

Bagi sebagian orang, kehilangan modal hingga Rp.1 miliar, mungkin menjadi titik akhir sebuah perjuangan merintis usaha. Namun bagi Heri Purnomo, hal itu justru menjadi titik awal dari perubahan cara pandang dalam usaha. Bahwa usaha tidak cukup berdiri sendiri, melainkan perlu ditopang kebersamaan.

Langkahnya dimulai pada tahun 2016 lalu. Tanpa latar belakang khusus di bidang perikanan, ia belajar secara otodidak, membangun enam kolam lele sederhana. Prosesnya tentu saja tidak mudah.

Kegagalan demi kegagalan menghampirinya, hingga akhirnya kerugian besar tak terelakkan lagi.

“Kalau gagal dalam usaha, pasti pernah dan itu konsekuensi. Tapi karena saya punya keyakinan bahwa hal ini bisa bermanfaat bagi orang lain, saya terus mencoba,” ucapnya pada Rabu (08/04/2026).

Dari titik terendah itu, Heri Purnomo alumnus sarjana strata 1 jurusan manajemen salah satu perguruan tinggi swasta di kota Malang ini, menemukan persoalan mendasar yang selama ini luput. Yakni peternak kecil bukan hanya menghadapi kendala teknis, tetapi juga terjebak dalam keterbatasan akses pasar.

“Saya melihat peternak kecil itu punya kendala dalam keterbatasan akses pasar. Sehingga cakupannya sangat kecil,” urainya.

Kesadaran itu mengubah arah perjuangannya. Heri tak lagi hanya fokus membesarkan lele, tetapi juga membangun jaringan.

Tiga tahun lalu, ia mulai merintis wadah organisasi bersama, bernama Kelompok Petani Ikan Air Tawar Nusantara (Pekantara). Tujuannya sederhana, menghubungkan para pembudidaya agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Tujuan saya itu hanya satu. Kita semua berkumpul, membentuk kelompok, agar bisa berkembang bersama, biar para peternak ini tidak berjalan sendiri-sendiri,” ungkap pria berkepala plontos ini.

Heri mengisahkan, awal mulanya, kelompok yang ia bentuk bersama warga sekitar itu hanya segelintir orang.

Dari sekitar 20 anggota di awal pembentukan, kelompok Pekantara tersebut, kini berkembang menjadi 100 lebih peternak yang tersebar di berbagai kecamatan di wilayah Jombang.

Pertumbuhan tersebut bukan sekadar angka. Namun, produksi yang semula kecil kini meningkat drastis, mencapai sekitar 4 ton lele per hari.

“Lebih dari itu, ada perubahan pola pikir, dari kompetisi antar peternak ikan menjadi kolaborasi,” paparnya.

Di dalam kelompok, Heri aktif mendampingi para anggota. Ia berbagi pengalaman tentang teknik budidaya yang lebih efisien, sekaligus mendorong penggunaan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi.

“Bagi saya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari seberapa kuat para peternak bisa bertahan bersama menghadapi dinamika pasar,” tandasnya.

Upaya tersebut akhirnya mendapat pengakuan. Dalam ajang PWI Jombang Award 2026 (08/04/2026) Heri dianugerahi penghargaan sebagai “Inisiator Sinergi Ekonomi Akuakultur Kabupaten Jombang”.

Penghargaan itu menjadi simbol pengakuan atas kerja panjang yang tidak instan dari usaha individu yang jatuh bangun, hingga menjadi gerakan kolektif yang memberi dampak nyata.

Sementara itu, PWI Jombang menilai, apa yang dilakukan Heri bukan sekadar membangun usaha, tetapi menciptakan ekosistem baru yang sehat.

“Beliau berhasil mendorong kemandirian ekonomi berbasis akuakultur, sekaligus memperkuat posisi peternak kecil di tengah tantangan pasar,” kata Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid.

Kini, kolam-kolam lele di desa Temuwulan bukan lagi sekadar tempat budidaya. Ia telah menjadi ruang belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama.

Heri Purnomo mungkin memulai semuanya seorang diri, tetapi hari ini, langkahnya telah diikuti ratusan an peternak lain yang bergerak dalam satu arah.

Ke depan, harapan pun mengalir seiring derasnya air kolam. Model kolaborasi yang ia bangun, diharapkan terus berkembang, menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lain bahwa kekuatan terbesar bukan terletak pada individu, melainkan pada kebersamaan yang terorganisir. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Keren!! Empat Tahun Beruntun, Perumdam Tirta Kencana Jombang Pertahankan Predikat Bintang 5 di TOP BUMD Awards

14 April 2026 - 16:09 WIB

RDP DPRD dan Disdikbud Jombang Kompak Pastikan Pengadaan Chromebook Rp.4,8 M Sesuai Prosedur dan Tanpa Fee

11 April 2026 - 09:52 WIB

Menko Pangan Zulhas dan Bupati Warsubi Tinjau Program MBG di Jombang

11 April 2026 - 09:47 WIB

Bupati Jombang Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Harmonisasi Perkuat Sinergi Pembangunan

10 April 2026 - 11:13 WIB

Bupati Jombang Apresiasi PWI, Tekankan Pentingnya Peran Pers Lawan Hoaks di Era Digital

10 April 2026 - 11:09 WIB

Trending di Berita