Krisnanews.id – Jombang – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab Jombang) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pon, Kelurahan Kaliwungu Jombang, Jumat (13/2/2026) pagi. Sidak tersebut diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok di tengah masyarakat.
Bupati Jombang Warsubi turun langsung didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, Sekdakab Agus Purnomo bersama Satgas Pangan, Bulog, serta perwakilan Bapanas yang dipimpin oleh Puspa Dewi, selaku Kasubag Tata Usaha Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan.
Tim Satgas Pangan menyisir satu per satu lapak pedagang. Fokus utama pantauan meliputi komoditas beras, cabai, telur, hingga daging. Terpantau beberapa komoditas mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, sementara yang lain masih fluktuatif. Secara keseluruhan stok bahan pangan di Kabupaten Jombang aman.

“Hari ini, kami dari Satgas Pangan Kabupaten Jombang bersama Bapanas melaksanakan sidak pasar menjelang Ramadan. Fokus utama kami adalah memantau ketersediaan bahan pokok serta memastikan fluktuasi harga di tingkat pedagang tetap dalam batas wajar,” ujar Bupati Warsubi.
Warsubi yang akrab disapa Abah Bupati menambahkan, sidak kali ini sebagai antisipasi jika terjadi lonjakan harga jelang puasa ramadan.
“Jika banyak temuan kenaikan harga bahan pokok, kita akan segera laksanakan Operasi Pasar bersama dengan Bulog,” tandas Bupati.
Kepada sejumlah awak media, Bupati Warsubi mengungkapkan hasil pantauan harga di Pasar Pon beras SPHP medium di pasar tercatat di angka Rp12.000,- per kilo, sedangkan beras premium mencapai Rp14.900,-. Untuk telur
ada kenaikan dari Rp.28.000,- menjadi Rp. 29.000,- per kilo.
“Alhamdulillah harga daging sapi relatif terkontrol di angka Rp110.000,- per kilo, sementara daging ayam stabil di kisaran Rp28.000,- hingga Rp29.000,-. Sedangkan harga bawang merah berada di kisaran Rp35.000,- (standar Rp41.000,- per kilo). Sementara untuk bawang putih turun ke harga Rp28.000,- per kilo. Harga cabai rawit turun dari Rp80.000,- per kilo menjadi Rp70.000,- per kilo. Cabai besar dan cabai keriting stabil masih di kisaran harga Rp28.000,- hingga Rp30.000,- per kilo.
Sementara itu, Puspa Dewi dari Bapanas menyebut bahwa Kabupaten Jombang mencatatkan harga cabai yang lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kediri yang mencapai Rp75.000,- per kilo. Harga Bawang merah dinilai juga masih aman berada di kisaran Rp35.000,- (standar Rp41.000,-) per kilo.
Dinsisi lain, pihak Bapanas juga menyarankan kepada para pedagang untuk memutus rantai distribusi yang terlalu panjang.

“Kami menyarankan pedagang untuk langsung mengambil pasokan dari pabrik agar harga jual ke masyarakat tetap sesuai regulasi,” saran Puspa Dewi.
Untuk itu, Puspa Dewi menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan stok pangan tidak kosong menjelang bulan suci Ramadan.
“Yang kita khawatirkan adalah stok kosong. Kami meminta Pemkab Jombang dan instansi terkait untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran,” tambahnya.
Selain meninjau lapak-lapak pedagaang pasar dimpasar tradisional, rombongan juga meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Jombang sebagai upaya intervensi harga bagi masyarakat menengah ke bawah.
“Secara keseluruhan, stok kebutuhan pokok di kabupaten Jombang aman dan kondisi harga pangan cukup stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyongsong Ramadan,” pungkas Pusapa Dewi. (Kr)
![]()











