Krisnanews.id – Jombang — SMP Negeri Bandar Kedungmulyo Jombang terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di wilayah Jombang.
Di bawah kepemimpinan Agus Widodo, SMPN Bandar Kedungmulyo Jombang ini berkomitmen menghadirkan ekosistem belajar yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga selaras dengan alam dan ramah terhadap tumbuh kembang peserta didik.
Kepala SMPN Bandar Kedungmulyo Jombang, Agus Widodo, mengungkapkan, saat ini sekolah yang dipimpinnya tengah fokus pada tiga pilar utama profil sekolah. Yakni wawasan lingkungan, keamanan anak, dan implementasi kurikulum terkini.
Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi kelestarian lingkungan, SMPN Bandar Kedungmulyo telah berhasil menyandang predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi. Saat ini, pihak sekolah sedang dalam proses mempersiapkan diri untuk menuju jenjang Adiwiyata Nasional.

“Kami adalah sekolah berwawasan lingkungan. Prestasi Adiwiyata Provinsi sudah kami raih, dan saat ini kami sedang berproses menuju Adiwiyata Nasional,” ujar Agus Widodo saat memberikan keterangan kepada awak media.
Selain aspek lingkungan, kenyamanan siswa menjadi prioritas utama melalui predikat Sekolah Ramah Anak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap siswa merasa aman dan terlindungi selama menimba ilmu, sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif tanpa tekanan.

Menjawab tantangan kemajuan teknologi, SMPN Bandar Kedungmulyo telah mengintegrasikan sistem pembelajaran berbasis digital. Para tenaga pendidik kini aktif memanfaatkan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom, serta alat interaktif seperti Quizizz dan Canva.
“Kami mengimplementasikan teknologi informasi dalam pembelajaran digital. Tujuannya agar pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan kontekstual. Anak-anak bisa belajar dengan senang karena melibatkan teknologi, termasuk penggunaan CBT (Computer Based Test) untuk asesmen secara daring,” jelas Agus Widodo.

Implementasi Kurikulum Merdeka juga berjalan optimal melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Melalui program ini, sekolah berupaya menggali potensi terpendam para siswa sekaligus melestarikan budaya bangsa dan budaya lokal untuk membentuk karakter luhur.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMPN Bandar Kedungmulyo tergolong sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta didik yang mencapai 723 siswa, yang terdiri dari 400 siswa laki-laki dan 323 siswa perempuan. Seluruh siswa tersebut terbagi dalam 23 rombongan belajar (rombel), yakni delapan rombel untuk kelas VII, delapan rombel untuk kelas VIII, dan tujuh rombel untuk kelas IX.

Agus Widodo mengakui, sebagai satu-satunya SMP Negeri di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, minat masyarakat sangat besar hingga melampaui kuota yang tersedia. Sebagian besar siswa berasal dari wilayah sekitar seperti Desa Bandar, Semelo, Pagerwojo, Pucangsimo, hingga Gondangmanis.
“Banyak siswa yang sebetulnya ingin sekolah di sini, namun karena kuota terbatas, tidak semuanya bisa diterima,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Agus Widodo berharap seluruh peserta didik SMPN Bandar Kedungmulyo dapat tumbuh menjadi generasi yang religius dan kompeten.

“Kami berharap anak-anak bisa meningkatkan ketakwaan. Secara rutin kami menggelar istighosah dan tahlil setiap Jumat. Selain itu, kami ingin mereka menguasai sains dan teknologi, memiliki keterampilan mandiri, serta karakter luhur yang kuat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Negeri Bandarkedungmulyo, Suhartono menambahkan, pola tersebut merupakan menjawab tantangan kemajuan teknologi.
“Menjawab tantangan kemajuan teknologi, SMPN Bandar Kedungmulyo telah mengintegrasikan sistem pembelajaran berbasis digital,” papar Agus Widodo.
Para tenaga pendidik kini disebutnya aktif memanfaatkan Learning Management System (LMS) seperti Google Classroom, serta alat interaktif seperti Quizizz dan Canva.

“Pada kegiatan asesmen juga sudah menggunakan CBT yang terintegrasi dengan website sekolah,” pungkasnya. (Kr).
![]()











