Krisnanews.id – Jombang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang bergerak taktis dalam membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik. Selama sepekan terakhir, tepatnya periode 11–15 Mei 2026, Bidang Angkutan Dishub Jombang menggelar serangkaian aksi maraton, mulai dari survei lapangan hingga audiensi dengan kelompok mahasiswa.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, Sugianto, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk memetakan kondisi riil transportasi umum, sekaligus merumuskan strategi penataan yang berkelanjutan.
“Melalui rangkaian kegiatan yang terukur ini, Dishub Kabupaten Jombang terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Sugianto saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Fokus utama pergerakan Dishub Jombang dalam sepekan ini tertuju pada penguatan dan penyelamatan eksistensi angkutan pedesaan (angdes). Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat tiga aksi strategis yang dilakukan secara simultan di lapangan:
Dialog Komunitas: Menjadi wadah serap aspirasi bersama para sopir angdes guna mendiskusikan tantangan operasional dan keberlangsungan trayek di wilayah pedesaan.
Survei Armada dan Pengemudi: Pemeriksaan fisik kelayakan sarana angkutan serta kesiapan pengemudi demi memastikan standar keselamatan operasional terpenuhi.
Pendataan Penumpang: Mengumpulkan data primer jumlah penumpang harian secara langsung di lapangan sebagai bahan evaluasi objektif untuk peningkatan layanan ke depan.

Tidak hanya fokus pada pelaku usaha dan teknis lapangan, Dishub Jombang juga membuka ruang diskusi dengan elemen pemuda. Hal ini dibuktikan melalui agenda audiensi resmi bersama Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Dalam audiensi tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan gagasan, aspirasi, serta dukungan moral terhadap percepatan pengembangan sistem transportasi publik yang lebih ramah masyarakat di Kabupaten Jombang.

Sugianto menegaskan, keterlibatan berbagai pihak mulai dari kru angkutan, penumpang, hingga kalangan akademisi/mahasiswa sangat krusial.
“Hasil dari rangkaian kegiatan sepekan ini nantinya akan dikonversi menjadi cetak biru (blueprint) kebijakan jangka panjang Dishub Jombang dalam mengurai benang kusut transportasi publik di Kota Santri,” pungkasnya. (Kr)
![]()











