Menu

Mode Gelap
Layanan Gigi RSUD Jombang Naik Kelas, Boyong 4 Dokter Spesialis dan Siap Layani Peserta Muktamar NU ke-35 Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng” Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal Tekan Kenakalan Remaja di Jombang, DPPKB PPPA Siapkan Duta GenRe Jadi Panutan

Berita

Layanan Gigi RSUD Jombang Naik Kelas, Boyong 4 Dokter Spesialis dan Siap Layani Peserta Muktamar NU ke-35

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.id – Jombang — Layanan kesehatan gigi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang kini bertransformasi secara signifikan. Jika selama ini masyarakat menganggap fasilitas kesehatan daerah hanya melayani tindakan dasar seperti cabut dan tambal gigi, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Jombang ini melangkah lebih jauh dengan menghadirkan empat spesialisasi Kedokteran Gigi yang terbilang langka.

Langkah strategis ini mencakup ketersediaan layanan Periodonsia (jaringan penyangga gigi/gusi), Endodonsia (perawatan saraf dan saluran akar gigi), Ortodonsia (penataan susunan gigi), serta Bedah Mulut. Penambahan ini memperkuat posisi RSUD Jombang sebagai pusat rujukan utama penanganan medis tingkat lanjut di kawasan Jawa Timur bagian tengah.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran yang didampingi Kabid Yanmed dan Keperawatan dr.Fery Dewanto ini, menegaskan bahwa pemenuhan dokter spesialis beserta peralatan medis modern tersebut telah disiapkan sejak awal tahun lalu guna menjawab kebutuhan masyarakat yang makin kompleks.

“Untuk memanfaatkan fasilitas ini secara optimal, kami menggelar sosialisasi dan kegiatan ilmiah bersama para dokter gigi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes 1). Kami ingin meluruskan pemahaman publik: layanan gigi di RSUD Jombang bukan lagi sekadar cabut dan tambal gigi, melainkan sudah mencakup penanganan spesialisasi yang komprehensif,” ujar dr. Pudji Umbaran saat ditemui usai seminar dengan tajuk Update Pelayanan Gigi Periodenti, Endodonti, Orthodonti serta Bedah Mulut, di ruang pertemuan KH Wahab Chasbulloh lantai 4 gedung RSUD Jombang, Rabu pagi (29/07/2029).

Di sisi lain, dr. Pudji menerangkan, keberadaan dokter spesialis yang lengkap harus diimbangi pemahaman sistem rujukan berjenjang pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Karena layanan dasar ditangani di Puskesmas, klinik, atau dokter praktik mandiri, para tenaga medis faskes primer perlu dibekali kriteria klinis yang tepat untuk menentukan kapan seorang pasien harus dirujuk ke RSUD Jombang.

“Peserta yang hadir adalah para dokter gigi umum dari Puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri se-Kabupaten Jombang. Mereka perlu memahami kapan kasus medis tidak bisa ditangani di tingkat primer dan harus dirujuk melalui sistem BPJS. Jika pasien langsung datang ke rumah sakit tanpa prosedur rujukan, tentu tidak bisa dijamin BPJS,” jelas alumnus Fakultas Kedokteran Unair Surabaya dengan ramah.

Masih kata dr.Pudji, seluruh materi dalam seminar ilmiah kali ini diampu langsung oleh empat dokter spesialis internal RSUD Jombang. Langkah penataan keilmuan ini dipandang krusial. Karena tidak semua rumah sakit daerah memiliki formasi spesialis kedokteran gigi secara lengkap seperti RSUD Jombang.

Selain penguatan sektor spesialisasi gigi, imbuh dr.Pudji, pihak RSUD Jombang juga memaparkan kesiapan fasilitas dan sarana-prasarana medis menjelang perhelatan skala nasional seperti Muktamar NU ke-35 tanggal 27-31 Agustus 2026 mendatang di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, yang berpotensi mendatangkan ratusan ribu tamu dan peserta dari berbagai penjuru Nusantara dan mancanegara.

Untuk itu, dr. Pudji menegaskan bahwa dari total kapasitas 492 tempat tidur (bed) yang dimiliki RSUD Jombang, tingkat keterisian (Bed Occupancy Rate/BOR) saat ini berada di kisaran 80 persen. Kondisi tersebut menyisakan cadangan space sekitar 20 persen yang selalu siap pakai setiap harinya.

“Kami tidak menambah bed khusus karena seluruh kapasitas sarpras kami sudah terpetakan dan terkoneksi secara transparan di dalam sistem BPJS Kesehatan. Cadangan sekitar 20 persen tempat tidur harian itu sangat dinamis, bukan dibiarkan kosong, melainkan terus berjalan dalam alur sterilisasi dan pembersihan usai pasien pulang, sehingga siap sewaktu-waktu dibutuhkan,” papar mantan kepala DPPKB PPPA Jombang ini.

Mengenai alur pelayanan teknis selama gelaran Muktamar, jelas dr.Pudji, untuk penanganan di lapangan akan ditopang oleh tim gabungan panitia lokal di posko-posko kesehatan primer (Puskesmas dan klinik). Sementara RSUD Jombang akan difokuskan penuh sebagai penanggung jawab kasus kedaruratan (emergency) dan perawatan rawat inap lanjutan.

“RSUD Jombang siaga penuh untuk rujukan kasus darurat maupun rawat lanjutan. Contohnya, jika ditemukan peserta yang mengalami kenaikan tekanan darah pada kriteria kritis (hypertensive crisis), atau penanganan diare berat (profuse) yang membutuhkan rawat inap dan penanganan intensif, tim medis kami langsung mengambil alih,” pungkasnya menutup sesi wawancara. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang

27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Kompak Wartawan Lintas Organisasi Se-Malang Raya Gelar Aksi Protes “Kami Bukan Londo Ireng”

27 Juli 2026 - 19:15 WIB

Raih Nilai 854,19 di 2026: Jombang Berpeluang Naik Kelas Jadi Kabupaten Layak Anak Predikat Utama

23 Juli 2026 - 21:48 WIB

Penertiban Lalu Lintas, Dishub Jombang Sasar Parkir Liar Hingga Angkutan Barang Nakal

23 Juli 2026 - 11:35 WIB

Tekan Kenakalan Remaja di Jombang, DPPKB PPPA Siapkan Duta GenRe Jadi Panutan

23 Juli 2026 - 10:56 WIB

Trending di Berita