Menu

Mode Gelap
Kesaksian Sekretaris KPRI Sejahtera Jombang Sebut Temukan Pembukuan Ganda Diduga Dilakukan Manajer Ketua KPRI Sejahtera Jombang Beberkan Mekanisme Organisasi dan Ada Pembelian Tanah Tanpa Persetujuan Pengurus Bapenda Jombang Lanjutkan Program Inovatif Mampir RW, Bayar PBB Makin Mudah di Desa Banjardowo Bupati Jombang Warsubi Resmikan Gedung Baru SRT 1, Sekaligus Buka MPLS Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Layanan Gigi RSUD Jombang Naik Kelas, Boyong 4 Dokter Spesialis dan Siap Layani Peserta Muktamar NU ke-35 Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang

Berita

Kesaksian Sekretaris KPRI Sejahtera Jombang Sebut Temukan Pembukuan Ganda Diduga Dilakukan Manajer

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

Krisnanews.idJombang — Tabir konflik internal yang tengah menyelimuti Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Jombang perlahan mulai menemui titik terang.

Saat dikonfirmasi face to face, Rahmat Junaidi, Sekretaris KPRI Sejahtera Jombang, secara mengejutkan mengaku tidak mengetahui seluk-beluk aliran dana, pembelian aset secara diam-diam, hingga adanya temuan pembukuan ganda di dalam koperasinya.

Rahmat Junaidi, yang menjabat sebagai Sekretaris (sebelumnya Sekretaris II) periode 2024–2026, menegaskan bahwa tugasnya selama ini sangat dibatasi pada urusan administratif dasar, dan sama sekali tidak dilibatkan dalam kebijakan finansial.

“Jangan dikira namanya sekretaris itu tahu secara detail, tidak. Pekerjaan sekretaris itu tidak jauh dari menyiapkan rapat, menyiapkan lokasi RAT (Rapat Anggota Tahunan), dan membuat naskah sambutan. Saya sama sekali tidak tahu soal status cash flow atau neraca keuangan koperasi,” ujar Rahmat saat diwawancarai, Selasa sore (4/08/2026).

Terkait desas-desus mengenai aliran dana koperasi yang dialihkan menjadi aset tanah, Rahmat membenarkan hal tersebut. Namun, ia mengaku baru mengetahui keberadaan aset-aset itu belakangan ini, tanpa pernah dilibatkan dalam proses perencanaan maupun pembeliannya.

Bahkan, laporan yang disajikan dalam rapat pengurus setiap triwulan dinilai sangat dangkal dan tidak merinci kemana saja uang anggota koperasi diinvestasikan atau dikomersialkan.

“Secara pribadi saya baru tahu kalau koperasi punya aset di beberapa tahun terakhir. Ketika saya menjadi sekretaris, rapat tidak pernah membahas masalah pembelian aset. Blas! Rupiahnya berapa, asetnya di mana, bentuknya apa, tidak dibahas,” ungkap pensiunan staf Sekretariat DPRD Jombang ini.

Rahmat juga menambahkan, bahwa satu-satunya aset yang ia ketahui keberadaannya pada akhir-akhir ini hanyalah tanah kaplingan yang berlokasi di daerah Sumbermulyo (belakang kantor KPU Jombang).

Ketika ditanya mengenai siapa aktor utama yang mengatur jalannya anggaran koperasi—termasuk munculnya nama Suyud di kalangan anggota. Rahmat secara lugas menunjuk Manajer Koperasi, yakni Suyud, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dan mengetahui rincian keuangan koperasi.

Ketidaktransparanan pengelolaan keuangan koperasi tersebut akhirnya terbongkar, ketika Dinas Koperasi Jombang turun tangan melakukan pemeriksaan dan pendampingan selama tiga hari terhadap KPRI Sejahtera Jombang.

Dari pemeriksaan administrasi dan pembukuan tersebut, terkuak fakta bahwa manajemen koperasi melakukan praktik pembukuan ganda (dua pembukuan berbeda).

“Saya dengar detail itu ke Pak Suyud (Manajer). Muaranya banyak ke sana, karena dia yang tahu persis detailnya. Sampai dia menjelaskan kenapa ada dua pembukuan ini,” jelas Rahmat serius.

Rahmat dengan tegas menyatakan bahwa praktik tersebut menyalahi aturan perkoperasian.

“Yang sebenarnya, dari sisi administrasi menurut ketentuan koperasi, itu tidak boleh,” tandasnya.

Meski Dinas Koperasi Jombang mengindikasikan bahwa dana koperasi tidak hilang atau dikorupsi secara langsung, melainkan telah berubah wujud menjadi aset tanah. Tentu saja praktik manajemen yang tertutup dan adanya pembukuan ganda kini menjadi persoalan serius. Para anggota kini menanti pertanggungjawaban penuh dari pihak Manajer terkait pengelolaan dana KPRI Sejahtera yang selama ini disembunyikan dari meja rapat pengurus. (Kr)

Loading

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua KPRI Sejahtera Jombang Beberkan Mekanisme Organisasi dan Ada Pembelian Tanah Tanpa Persetujuan Pengurus

4 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Bapenda Jombang Lanjutkan Program Inovatif Mampir RW, Bayar PBB Makin Mudah di Desa Banjardowo

3 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Bupati Jombang Warsubi Resmikan Gedung Baru SRT 1, Sekaligus Buka MPLS Tahun Ajaran Baru 2026/2027

30 Juli 2026 - 17:51 WIB

Layanan Gigi RSUD Jombang Naik Kelas, Boyong 4 Dokter Spesialis dan Siap Layani Peserta Muktamar NU ke-35

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Langkah Tegas Kades Plabuhan Benahi Birokrasi Raih Dukungan Penuh BPD dan Komisi A DPRD Jombang

27 Juli 2026 - 19:19 WIB

Trending di Berita