Krisnanews.id – Jombang – Di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang berkomitmen untuk membantu menurunkan angka pengangguran. Salah satunya, yakni dengan melaksanakan program pelatihan keterampilan kerja terpadu. Ada pun sasarannya, yakni meliputi berbagai bidang. Seperti memasak, digital marketing, menjahit upper sepatu, hingga keahlian sebagai juru las.
Saat menggelar kunjungan di Lembaga Pelatihan Kerja Bangun Karya, Kepanjen Jombang, Bupati Warsubi menegaskan, pelatihan tersebut, bukan sekadar formalitas. Namun melainkan strategi nyata untuk mencetak tenaga kerja yang berkompeten san siap bersaing di dunia kerja sektor industri.

“Kami ingin memberikan peluang nyata bagi masyarakat yang belum bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Melalui pelatihan ini, mereka akan mendapatkan bekal keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja,” papar Warsubi.
Mantan Kades Mojokrapak ini menambahkan, pelatihan tersebut melibatkan kerjasama aktif antara pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang dengan berbagai lembaga pelatihan kerja (LPK) yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan swasta. Dengan demikian, lanjut Warsubi, para peserta yang lulus dan memiliki sertifikat kompetensi akan langsung disalurkan ke perusahaan-perusahaan mitra.
*Digital Marketing dan Afiliasi Produk Unggulan Jombang*
Terpisah, Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto menjelaskan, salah satu fokus pelatihan kali ini adalah bidang digital marketing. Sedikitnya 20 peserta dibekali dengan keahlian pemasaran digital, khususnya dalam sistem afiliasi untuk mempromosikan produk-produk unggulan Jombang.

“Kami sudah mulai mengembangkan pelatihan ini di Mojoagung, dan ke depan akan terus kami sinergikan dengan pelaku UMKM agar promosi produk lokal Jombang bisa lebih masif secara digital,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur LPK Bina Karya, Mahmudin menjelaskan, pelatihan keterampilan menjahit upper sepatu dilaksanakan selama minimal 20 hari kerja atau setara dengan 160 jam. Dalam program tersebut, sebanyak 40 peserta disiapkan untuk masuk ke pasar kerja di industri. khususnya ke PT Pei Hai Internasional Wiratama Indonesia.
“Kami punya 15 perusahaan mitra yang siap menerima peserta pelatihan. Bahkan pada 18 April lalu, sudah ada 10 peserta yang berhasil kami salurkan ke PT Pei Hai karena telah lulus sertifikasi,” terang Mahmudin.
Saat dikonfirmasi, salah satu peserta pelatihan, Arif Nur mengungkapkan, rasa syukurnya karena telah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan secara gratis. Warga Kecamatan Peterongan tersebut juga mengakui, saat ini memiliki keterampilan teknis menjahit yang sebelumnya belum dikuasainya sama sekali.
“Kami diajari menggunakan berbagai jenis mesin jahit, seperti mesin jahit jarum satu, jarum dua, mesin digital, sampai teknik menjahit zigzag dan proses cutting,” aku Arif.
Arif juga mengapresiasi kinerja Bupati Warsubi, Disnaker Jombang dan LPK Bina Karya yang telah bersusah-payah untuk memberikan peluang pelatihan secara langsung dan aplikatif.
“Saya merasa sangat terbantu. Skill yang diajarkan lengkap, dan kami benar-benar disiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja selepas dari mengikuti pelatihan ini,” pungkasnya. (Kr)











