Krisnanews.id – Jombang – Pengurus dan pengawas KPRI Sejahtera Jombang menggelar rapat internal lanjutan, pada Selasa sore (4/08/2026), untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi pemeriksaan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jombang.
Rapat yang dipimpin Ketua I, Hartono tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan tunggal. Yakni menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) secepatnya.
Saat dikonfirmasi, Ketua II KPRI Sejahtera, Sholikin mengungkapkan, bahwa rapat yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut menjadi langkah awal bagai jajaran pengurus untuk menyikapi persoalan manajemen di internal koperasi.

“Hasil keputusan rapat menyetujui hasil rekomendasi dari Dinas Koperasi, yaitu akan menyelenggarakan Rapat Anggota Luar Biasa. Rencananya secepatnya, kira-kira akhir Agustus ini,” kata Sholikin usai rapat.
RALB direncanakan menjadi wadah bagi pengurus untuk memaparkan kondisi objektif koperasi sekaligus menyerap aspirasi dan keinginan para anggota.
Terkait manuver Manajer KPRI Sejahtera, Suyud, yang disinyalir menjalankan pembukuan keuangan terpisah tanpa izin melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT), Solikin mengaku baru mengetahui hal tersebut belakangan ini. Pengurus inti, termasuk dirinya, tidak pernah mendapatkan laporan tertulis dan rinci mengenai praktik tersebut.
“Saya sebagai Ketua II tidak tahu sama sekali manuvernya. Pengurus tidak tahu (soal pembukuan terpisah-red), baru tahu ya baru-baru ini. Waktu tahu ya kaget. Pak Hartono (Ketua I) juga katanya tidak tahu masalah awal-awalnya itu,” jelas pria berkumis tebal ini.
Ia menduga, durasi masa jabatan manajer yang cukup lama membuat yang bersangkutan leluasa menguasai seluk-beluk operasional tanpa sepengetahuan pengurus.

Mestinya, kata Sholikin, manajer mengambil tanggung jawab penuh atas dampak dari tindakan tersebut.
Di tengah isu yang berkembang, Sholikin meminta para penyimpan dana dan nasabah untuk tetap tenang.
Ia menegaskan, bahwa dana anggota tidak hilang, melainkan wujudnya berada dalam bentuk aset yang saat ini sedang didata untuk kemudian dijual guna mengembalikan hak para anggota.
“Bagi para penyimpan atau nasabah, kami mohon untuk tenang. Pengurus berupaya mengumpulkan aset-aset itu. Nanti kalau sudah terkumpul dan dijual, uangnya akan dikembalikan kepada para anggota yang punya simpanan,” ujar Sholikin.
Meski demikian, Sholikin mengakui pengurus belum memegang rincian lengkap mengenai seluruh titik dan nilai aset yang dimiliki koperasi, mengingat pendataan rinci masih terus berjalan menjelang digelarnya RALB akhir Agustus mendatang.(Kr)
![]()











